Iklan

Pulang Sekolah Dua Pelajar SMP di Madiun Tertimpa Pohon Trembesi. Satu Orang Meninggal

Kamis, 03 Agustus 2017, Agustus 03, 2017 WIB Last Updated 2017-08-03T19:01:18Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Berita Viral Populer | MADIUN - Dua pelajar SMP 1 Jiwan , Kabupaten Madiun tertimpa pohon trembesi , di Jalan Raya Jiwan Takeran Desa Metesih Kecamatan Jiwan , Kabupatem Madiun Kamis (27/7/2017) sekitar pukul 14.45 WIB.

Seorang korban , berjulukan Deni Wahyu Afandi (14) meninggal dunia ketika dibawa ke rumah sakit. Sementara itu , rekannya Mohammad Rendianto (14) mengalami luka berat dan masih dirawat di IGD RSUD dr.Soedono.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Madiun Kota , AKP Logos Bintoro mengatakan sore itu sekitar pukul 14.45 WIB , kedua korban pulang dari sekolah menuju rumah mereka di DesaTegalarum RT 06/ RW 01 Kecamatan Bendo , Kabupaten Magetan.

Sore itu Deni mengendarai Suzuki RC 100 Nopol AE 6678 PJ dan temannya Rendianto mengendarai Honda Supra nopol AE 4028 RC. Tiba-tiba ketika melintas di lokasi kecelakaan , pohon trembesi yang tumbuh di pinggir jalan ambruk dan menimpa kedua korban.

Logos mengatakan , kedua korban pada ketika itu tidak menggunakan helm.

"Korban meninggal , mengalami luka di kepala dan tulang leher patah. Sedangkan korban satun , mengalami luka berat di episode tangan dan kepala ," jelasnya.

Mengenai penyebab robohnya pohon trembesi , Logos mengatakan pohon itu sudah tua. Tampak dari batangnya yang sudah renta dan tidak ditumbuhi dedaunan.

Selain alasannya ialah faktor umur pohon , diduga pohon trembesi itu roboh alasannya ialah episode batang pohon terbakar alasannya ialah terkena api dari jerami atau damen yang dibakar.

"Selain faktor umur pohon yang sudah renta , juga alasannya ialah terbakar. Biasanya , jikalau habis panen jeraminya dibakar ," kata Logos.

Sementara itu , Suroso (57) kakek Deni mengatakan sore itu cucunya hendak pulang ke rumah dari sekolah. Setibanya di lokasi kecelakaan , tiba-tiba tertimpa pohon trembesi.

Pihak keluarga , kata Suroso sudah mengikhlaskan kepergian Deni dan menganggap peristiwa yang menewaskan cucunya tersebut sebagai musibah.

"Kami sudah mengikhlaskannya ," katanya.

Orangtua korban meninggal , kata Suroso , tidak tega melihat anaknya terbaring di kamar mayat.
Komentar

Tampilkan

Terkini