Iklan

Dulu Ditertawakan Kini Bikin Netizen Menangis - Khamim yang Naik Haji Jalan Kaki Sudah Tiba di Mekkah!

Kamis, 03 Agustus 2017, Agustus 03, 2017 WIB Last Updated 2017-08-03T17:41:16Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Berita Viral Populer | - Masih ingat Mochammad Khamim Setiawan (28) ?

Ya , ia ialah cowok asal Pekalongan yang bikin heboh dengan klaimnya yang naik haji dengan berjalan kaki.

Nah , ketika Grid.id memberitakan perjuangan Khamim itu , banyak netizen yang justru membully Khamim berbohong.

Banyak netizen yang tidak percaya.

Tapi , bagaimana kabarnya sekarang?

Luar biasa , Khamim kini telah hingga di Tanah Suci!

Khamim cowok Sarjana Ekonomi dari Universitas Negeri Semarang itu menunaikan Ibadah Haji ditempuh dengan jalan kaki berangkat dari kampung halamannya di Wonopringgo , Kabupaten Pekalongan pada 28 Agustus 2016 lalu.

Tentu saja ia melewati beberapa negara dengan terus berjalan kaki , tak peduli panas maupun hujan.

Kadang ia harus istirahat di masjid , menumpang di rumah orang yang ditemui , atau bahkan bermalam di hutan di banyak sekali negara.

Pada 19 Mei 2017 , ia telah tiba di Abu Dhabi , Uni Emirat Arab.

Dengan niat Bismillah ia memulai perjalanan itu untuk menempuh jarak kira-kira 9.000 kilometer.

Sesuai dalam kalender Indonesia , Hari Raya Idul Adha bertepatan tanggal 1 September 2017.

Khamim menargetkan akan tiba di Kota Mekah tanggal 30 Agustus 2017 atau sebelum Wukuf.

Yang berarti Khamim jalan kaki selama 1 tahun untuk naik haji menempuh perjalanan 9 ribu kilometer dan melintasi banyak negara.

Ternyata kenyataannya , ia lebih cepat hingga di Kota Mekkah dari yang diperhitungkan.

Dalam postingan di Facebook , Kamis 27 Juli 2017 ia berfoto dengan background Kakbah di Masjidil Haram.

Dia mengenakan pakain ihram.

Tertulis begini : Muhammad Khamim (28) , cowok asal Wonopringgo , Kab.Pekalongan yang berjalan kaki dari Pekalongan menuju Mekkah selama berbulan-bulan ini , alhamdulillah ia sudah hingga di Mekkah untuk menjalankan ibadah haji.

Syaufani Solichin (73) , ayah Khamim beberapa waktu lalu mengatakan , selama perjalanan , Khamim sering puasa Dawud yaitu sehari puasa sehari tidak puasa.

Saat awal berangkat Khamim ditemani dua orang rekannya.

Namun sesampai di Kabupaten Tegal , kedua temannya mengalah dan tidak melanjutkan perjalanan.

Hanya tinggal Khamim yang kemudian benar-benar mampu hingga di Mekkah , sebagaimana niat awalnya.

Kondisinya yang berpuasa , membuatnya hanya berjalan di malam hari.

Dalam kondisi fisik yang baik , ia dapat menempuh perjalanan sepanjang 50 kilometer , dan hanya sekitar 15 kilometer bila kakinya merasa capek.

Selama perjalanan dari Pekalongan Jateng ke Tanah Suci mengalami sakit sebanyak dua kali.

Yaitu ketika di Malaysia dan India.

Ia tidak meminum embel-embel khusus , melainkan campuran air dan madu untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya dari perubahan cuaca di negara-negara yang dilalui.

Perbekalan yang Khamim bawa yaitu kaos dan celana , dua pasang sepatu , kaus kaki , pakaian dalam , kantung tidur dan tenda , lampu , telepon akil dan GPS

Seluruh perlengkapan dimasukkan dalam sebuah ransel besar yang di luarnya terpasang sebuah bendera mini Indonesia , Merah Putih.
"I'm on my way to Mecca by foot" goresan pena itu ada di kausnya.

Maksud Khamim untuk memberi pesan kepada orang-orang yang ditemui di perjalanan wacana misinya menuju Mekah di Arab Saudi.

Khamim sendiri bukan orang miskin.

Dia punya perjuangan kontraktor yang lagi berkembang.

Semua itu ia tinggalkan demi menjalankan misi ini.

Dia bawa sejumlah uang secukupnya selama di perjalanan.

"Saya tak pernah meminta-minta. Namun saya selalu bertemu orang yang memberi makanan dan bekal lain ," kata Mochammad Khamim Setiawan dikutip Khaleej Times sebuah media besar di Uni Emirat Arab.

Khamim pun sering bermalam di rumah ibadah agama lain.

Itu tak jadi masalah. Dan ia akui mendapat sambutan yang baik serta toleransi yang sangat bagus.

Bupati Pekalongan , Asip Kholbihi merasa besar hati atas semangat dan kesungguhan Mochammad Khamim yang berjalan kaki dari Pekalonan ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

Menurut Bupati , perjalanan haji Khamim ialah resmi atau legal.

Karena semua perizinan ia tunaikan dan lengkapi dengan baik.

Paspor dan visa semua lengkap. (*)
Komentar

Tampilkan

Terkini